Memang benar Erwin melepaskan aku dari kungkungannya. Tapi bukan melepaskan seperti yang aku inginkan, melainkan menjatuhkanku kedalam kolam renang. Air yang menumpu berat badanku berhambur keudara, tubuhku basah semua dan pria itu terciprat pula. Tapi kekuatan keseimbangan pria itu cukup bagus hingga dia tidak ikut masuk kedalam kolam bersamaku. Suamiku lantas berjongkok ditepi kolam sambil tertawa melihat kondisiku yang sempat mengap mengap dan panik lantaran terkejut dan sama sekali tidak siap dengan ini. Melihat pria itu fokus pada tawanya aku mengambilnya sebagai sebuah kesempatan bagus. Kutarik satu kaki pria itu kuat-kuat membuat pria itu kehilangan keseimbangan diluar kesadarannya. Pria itu lalu ikut tercebur bersamaku kedalam air kolam yang sangat dingin lantaran terkena udara ya

