“Hei Honey, bagaimana penerbanganmu?” tanya Erwin dari balik telepon. Selepas penerbanganku, Erwin sepertinya terlalu gigih untuk menghubungiku meskipun dia tahu aku berada diatas pesawat terbang beberapa saat yang lalu. Lihat betapa protektifnya suami yang satu itu. ah.. bukan yang satu tapi memang akan menjadi satu satunya. Aku tersenyum disini, entah bagaimana ekspresi Erwin saat ini. tapi kurasa pasti akan sangat menarik. “Lancar kok. Aku sedang berada dalam perjalanan menuju hotel. Oh ya, belum sehari kau sudah menelponku berkali-kali begitu. sebegitu merindunya dirimu? Bagaimana dengan perasaanmu sekarang setelah kembali ke kantor? apa perempuan sialan itu masih menggodamu?” tanyaku pada Erwin. Terkadang dalam satu waktu meskipun aku yakin bahwa Erwin tidak akan main belakang, aku t

