“Masih bekerja? Aku tidak menyangka kau akan membawa semua pekerjaan ini sampai kerumah disaat harusnya kita liburan bersama,” aku berkomentar sembari menghampiri dirinya dengan secangkir kopi panas menuju tempatnya berada sekarang. Pria itu terlihat sangat super serius, tatkala melihat berkas-berkas yang cukup tinggi diatas meja. Pakaian yang dia pakai hanyalah kaos oblong kebesaran yang dipadukan dengan celana pendek. Rambut gondrong pria itu dia kucir asal membuat tampilan yang sehari-harinya seperti sosok pria parlente yang hobby mengenakan jas buatan rumah dengan mode ternama terlihat lebih manusiawi saat ini. Aku memposisikan diriku untuk menikmati fitur dari wajahnya yang tampan untuk aku nikmati sendirian. Dia belum menghiraukan aku, sepertinya hal yang dia urus cukup serius sampai

