Aku mungkin terlalu larut didalam pemikiranku sendiri hingga tidak menyadari bahwa Erwin sudah berada disampingku merebahkan dirinya. Aku sama sekali tidak mendengar langkah kakinya. Entah karena aku yang tidak fokus atau memang Erwin berbakat menjadi seorang pengendap ulung. “Tidak ada apa-apa,” jawabku akhirnya. Terlalu sekenanya saking banyaknya hal yang aku pikirkan. Aku hanya takut bila aku bicara lebih banyak justru nantinya akan ada banyak hal yang terkuak. “Apa kau menyembunyikan sesuatu dariku? Aku ini suamimu loh. Kalau ada apapun yang mengganggumu kau bisa ceritakan semuanya padaku. Tidak terkecuali,” lihat bagaimana perbedaan cara Erwin dan Rein dalam memperlakukanku. Lantas kenapa untuk sebuah alasan aku perlu berpikir dan membandingkan mereka berdua yang jelas memang berb

