Putusan

2368 Kata

Aku pikir aku sudah lebih dari cukup memahami Erwin hanya berbekal dari kebersamaan kami setelah pernikahan itu berlangsung. Belajar mencintainya dengan benar. Menjadi yang paling mengenal Erwin dibanding siapapun setelah dia sempat memberiku aliran nirvana dalam jalannya kehidupanku yang sempat gersang. “Kita akhiri saja,” Tahu-tahu tanpa pemberitahuan apa-apa pria itu datang kerumah. Menjemputku untuk mendiskusikan sebuah hal yang penting dia bilang, ketika Dad bertanya ada apa. Tidak seperti pertemuan sebelumnya pria itu datang tanpa membawa apa-apa. Tanpa ekspresi mengesalkan, tanpa ekspresi tuduhan, tanpa intimidasi dan segala macam. Hanya datang dengan sebuah keteguhan yang seolah telah dia pikirkan baik-baik. Aku sendiri memang sudah mengira bahwa skenario seperti inilah yang ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN