Aku tidak tahu bahwa aku akan kembali kerumah ini. Tidak ada satupun barang-barang yang bergeser dari tempatnya semula. Seolah-olah kejadian dulu tidak pernah terjadi. Pria itu lalu memasukan jari tangannya kearah sofa. Dia menemukan sebuah sapu tangan yang sudah berdebu. Aku mengenal benda itu. tentu saja, bagaimana aku bisa melupakannya? “Masih ingat ini?” dia mengeluarkan isi dari sapu tangan tersebut. Dan aku hanya bisa menghela napasku. “Kau bercanda? Kupikir sudah ada yang memungutnya.” Cincin itu masih bersinar, sepertinya benar tidak ada yang menemukannya. Padahal kudengar rumah ini sempat diisi oleh oranglain. Ketika aku hendak mengambil cincin itu dari Erwin. Erwin menghentikan tanganku. “Kupakaikan,” dia berkata sembari mengambil tanganku dan menempatkan cincin tersebut ke j

