Erwin setengah tidak percaya saat ada telepon berdering dari kontak yang masih dinamai dengan ‘My wife’ di ponselnya. Sebetulnya ini bukanlah ponsel lamanya, tepat saat mereka sedang ribut besar Erwin menghancurkan ponselnya sendiri. Oleh sebab itu dia menggantinya. Namun nomor ponselnya tetap dia gunakan karena agak merepotkan bila harus mengganti nomor ponsel setiap saat. Dan diatas semuanya sesungguhnya agak ragu bagi Erwin untuk mengangkat telepon tersebut. “Hanjie?” sebutnya lirih, kedua matanya terpejam. Rasa takut yang menyambangi terlampau besar. Erwin tidak siap untuk mendengar apapun, tapi dia penasaran dengan panggilan yang dibuat oleh Hanjie hari ini. Ketika jeda yang panjang tersebut terjadi, barulah dia mendengar jawabannya. Suaranya jelas bukan suara milik Hanjie. Baru he

