Bab 44. Penyesalan

1500 Kata

"Ini hasil pemotretan Silviana kemarin," ujar Andini, menyimpan sebuah amplop coklat di atas meja. "Terima kasih." Aku meraih, lalu membukanya. Melihat satu persatu foto Silviana yang mengenakan baju gamis. Dia memang bukan model khusus pakaian seperti ini, tapi setidaknya dia bisa bergaya dengan ciri khas seorang perempuan yang sedang menunjukkan pakaian di tubuhnya. Tidak ada alasan lain bagiku. "Apa Ibu Suci setuju?" tanya Andini ragu. "Dia sudah setuju. Lagi pula Pak Prawira tidak memberi izin Suci untuk menjadi model pakaian ini." Kusimpan kembali foto-foto itu di atas meja. "Hasilnya cukup memuaskan. Langsung promosikan saja di beberapa iklan, media sosial juga artikel berita." "Baik, Pak." Andini menganggukkan kepala lalu berlalu dari hadapanku. Keluar dari ruangan. Ponsel di a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN