Bab 37. Rasa Apa Ini?

1811 Kata

Tampak seorang perempuan menatap dengan seksama saat mobilku memasuki area pesantren. Bahkan dia menghentikan kegiatannya yang sedang menyapu teras setelah melihatku menghentikan kendaraan di depan rumahnya. "Mas Adam," sapanya selepas aku turun. "Apa ada barang yang tertinggal?" Hilya bertanya dengan raut wajah terkejut. "Mana Malik?" tanyaku segera. "Sejak pagi suami saya pergi ke sungai." Aku menautkan kedua alis. Tempo hari, semalaman bahkan hingga siang dia berada di masjid. Sekarang kenapa ada di sungai? "Sungai di mana?" tanyaku lagi. "Di ... di belakang pondok sana ada kebun milik pesantren, lalu setelah itu ada semacam kebun tak terurus. Dan nanti di ujung sana ada sungai yang berbatasan dengan hutan," terangnya gugup. "Sebenarnya ... cukup jauh dari sini," ujarnya lagi. "Ap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN