Bab 34. Kapan?

2196 Kata

"Ini nomor Malik. Dia bilang akan menunggumu nanti. Abi juga sudah memberikan nomor kamu sama dia." Aku memejamkan mata membaca pesan dari Tuan Wira. Kenapa dia tidak berdiskusi dulu denganku? Tidak adakah cara lain, selain harus bertemu Malik bahkan hingga bertukar nomor telepon dengannya? Baru kali ini aku merasa kesal atas keputusan mertuaku itu. "Adam, berangkat jam berapa?" Ibu datang menghampiri. "Sebentar lagi, Bu," jawabku, lalu memasukkan ponsel ke dalam saku jaket. "Nanti keburu sore, lho. Perjalanan dari Jakarta ke Sukabumi pasti lumayan jauh," tukas Ibu. "Iya, Bu." Aku berdiri, meraih tas di atas sofa. "Salwa, Ayah berangkat sekarang." Anak itu berlari dari arah ruang tengah. "Ayah berangkat sekarang?" tanyanya. "Iya, takut kemaleman di jalan. Kamu baik-baik sama Nene

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN