Bab 21: Bentakan dan Kecemburuan

1312 Kata

Sampai di rumah, Ayu langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri kemudian mengambil alih Tegar dari asisten rumah tangganya setelahnya. Ia begitu lelah selama tiga hari proses akreditasi, tapi baginya hak Tegar tak boleh ia abaikan. Bocah laki-laki itu tampak begitu rakus menyedot ASI dari ibunya. “Pelan-pelan, Sayang. Mama gak kemana-mana kok. Maaf ya, tiga hari ini kamu Mama tinggal seharian. Besok Mama udah bisa pulang lebih awal kayak biasanya, insya Allah,” ucap Ayu sambil mengelus lembut kepala Tegar. Tiga hari ini, ia memang selalu pulang sore. Jadwal praktek di klinik pun terpaksa ia minta untuk digantikan. Ayu tak ingin waktunya untuk anak-anaknya habis tersita jika ia memaksa ke klinik setelah dari puskesmas. Bagaimana pun, anak-anaknya juga memiliki hak untuk didampi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN