Ayu masuk ke mobilnya dan menutupnya rapat. Ia meletakkan stopmap yang baru saja didapatkannya tadi di atas kursi di sisinya. Matanya menatap sendu gedung pengadilan agama yang beberapa waktu belakangan dikunjunginya. Dadanya sesak. Ada yang terlepas dari kalbunya kini. Meninggalkan ruang kosong yang terasa begitu hampa. Ayu menarik napas dalam. Sakit itu terasa begitu menusuk. Pada akhirnya, ia harus merelakan lepas apa yang pernah diperjuangkannya. Pernikahannya kandas di tangan seorang perempuan lain yang mungkin tak lebih baik darinya. Kenapa baru sekarang terasa begitu sakit? Ayu meletakkan satu tangan di atas da-danya. Kisahnya sudah berakhir. Suaminya meninggalkannya demi seorang perempuan lain. Air mata Ayu menitik. Ia menatap gamang gedung berwarna putih itu. Gerimis turun pe

