"Kin, hari pertama pacaran mau ngapain?" Tanya Pak Arvian dengan wajah tanpa dosa. Aku memandang sebal Pak Arvian yang sedari tadi senyam-senyum tidak jelas. Sungguh sebuah pertanyaan yang sangat menyebalkan, bagaimana aku bisa tahu? Pacaran pun jarang. "Pak, saya batalin deh ucapan tadi. Kita putus aja ya, gimana?" Setelah dipikir-pikir, wanita mana sih yang mau ditembak dengan sebotol green tea? Jika saja tadi aku tidak haus, mungkin aku tidak akan mengiyakan ucapan Pak Arvian. "Kin, kita baru resmi menyandang status pacaran itu selama lima menit lewat empat puluh lima detik loh. Kamu mau membuat rekor putus tercepat?" "Bagus dong Pak, kita memecahkan rekor." "Saya tidak mau terlibat dalam rekor seperti itu." "Makanya kalau mau nembak orang tuh bener dikit. Bapak enggak pernah pa

