"Kin, kamu suka saya atau aku?" Lagi dan lagi malam hari ini diawali dengan pertanyaan tidak jelas Pak Arvian. Pak Arvian itu kalau sedang tidak berkutat dengan pekerjaan, ia akan menjadi pribadi yang sangat menyebalkan. "Enggak pilih keduanya." Jawabku. "Kok gitu?" "Bapak berharap saya jawab apa?" "Kalau di rumah, jangan panggil saya Bapak dong." Protes Pak Arvian. Aku memandang sebal Pak Arvian, "Ya udah Bapak panggil saya Ibu aja biar adil." "Kamu panggil saya papa aja, nanti saya panggil kamu mama." Ujar Pak Arvian sembari tersenyum manis. Aku tidak menyangka bahwa Pak Arvian yang karismatik itu akan berubah menjadi sealay dan sebucin ini. "Iya, terus kalau putus nanti saya jadi janda dong, Bapak jadi duda." Jawabku sarkas. "Ya udah kamu beneran mau putus nih?" Tanya Pak Arvi

