Seminggu yang lalu, aku dan Pak Arvian telah resmi menjadi pasangan suami istri. Tentu saja ada banyak hal yang terjadi saat resepsi berlangsung. Hampir sebagian wanita lajang yang datang ke acara pernikahanku, menatapku dengan tatapan iri. Tak sedikit pula yang menyematkan kata beruntung kepadaku. Seorang gadis dari keluarga biasa-biasa saja menikah dengan pria konglomerat. Mungkin mereka menganggap aku sebagai Cinderella modern? Entahlah. Untungnya keluarga Pak Arvian sangat perhatian dan menjaga keluargaku dengan baik. Selama acara berlangsung, Om Herry dan Tante Wina kerap memperkenalkan orang tuaku dan aku kepada kolega mereka. Orang tua Pak Arvian berusaha sebaik mungkin agar keluargaku dan aku tidak merasa ada suatu batasan-batasan. Aku bersyukur karena mendapat mertua yang sangat

