Aku membuka mataku secara perlahan ketika mendengar suara bising. Aku menatap nanar bantalku yang sudah basah akibat air mataku. "Kinera, kamu ileran?" Tanya Pak Arvian yang entah sejak kapan sudah ada dalam ruanganku. Aku terkejut ketika mendapati sosok Pak Arvian berdiri di depan ranjangku sambil berkacak pinggang. "Kok Bapak bisa ada di sini?" "Kamu yakin bertanya hal seperti itu kepada saya? Ini kan rumah saya." Iya juga ya... Kenapa aku masih tinggal di rumah Pak Arvian ya? "Pak, kita bukannya sudah selesai ya?" "Apanya yang sudah selesai?" "Hubungan kita." Pak Arvian yang terkejut dengan omonganku barusan langsung berjalan mendekatiku, "Kamu sadar kan Kin saat mengucapkan kalimat keramat tadi?" "Apaan sih Pak, saya serius. Kita udah enggak punya hubungan apa-apa lagi kan?"

