Part 24

1062 Kata

"Nak Arvian, ayo sini ikut kita makan." Aku berusaha menahan tawaku tatkala Pak Arvian yang biasanya sangat angkuh berubah menjadi lebih sopan. "Iya Bu." Ujar Pak Arvian yang langsung duduk di sebelahku. Setelah menempuh waktu kurang lebih enam jam, aku dan Pak Arvian pun sampai ke tempat yang dituju. Kehadiran kami sontak mengundang kerutan di wajah orang tuaku ketika melihat bahwa yang hadir di sampingku bukanlah Raka. Namun, bukan Pak Arvian kalau tidak pandai mengambil hati keluargaku. Baru saja menetap selama satu jam, dia sudah berhasil menyita perhatian keluargaku dariku. Melepas rindu kan tentu saja seharusnya dengan anak sendiri, ini malah dengan anak orang lain. "Nak Arvian, silakan dimakan lauknya. Mohon maaf seadanya saja." Ujar Bunda yang terus saja memberi beberapa lauk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN