Part 32

1233 Kata

"Kin, Naya itu hanya rekan bisnis saja. Enggak lebih." Aku memandang sebal Pak Arvian yang tampaknya merasa bersalah kepadaku, "Sampai masuk berita infotainment?" Pagi ini aku dikejutkan dengan banyaknya panggilan yang masuk, baik itu ke nomor pribadiku maupun nomor telepon kantor. Gosip mengenai Pak Arvian yang tampak mesra dengan salah satu wanita pun menjadi topik hangat hari ini. Siapa sih yang tidak mengenal Naya Revina? Selain dikenal sebagai pebisnis yang handal, Naya juga dikenal karena pernah menjadi pemenang ajang putri Indonesia enam tahun silam. "Kamu cemburu?" Tanya Pak Arvian dengan ekspresi wajah sumringah. Jika saja situasi sekarang bukanlah sebagai atasan dan bawahan, mungkin aku sudah dengan senang hati meninju wajah Pak Arvian yang menurutku sangat menyebalkan itu.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN