Tamu Istimewa

1156 Kata

Langit Jakarta sore itu berwarna jingga keemasan ketika roda pesawat khusus yang membawa Jaka Permana, Tiffany Henry, Nancy, Wulan dan tiga perwira tinggi kepolisian, menyentuh landasan. Suara deru mesin terasa seperti menghapus semua kepenatan perjalanan panjang yang mereka tempuh dari Mumbai. Di balik pintu kaca bandara, beberapa wajah penuh rindu tampak gelisah. Lisa, Arif, dan beberapa teman kuliah Tiffany berdiri sambil memegang buket bunga dan poster bertuliskan "Welcome Back Fany!" Wajah mereka berseri-seri walau sedikit sembap bekas tangis bahagia. Tak jauh dari sana, Jaka juga telah dinanti Pak Ridwan dan Ibu Dewi - orang tua angkatnya yang sederhana namun penuh cinta. Lisa dan Fariz, adik-adik Jaka, ikut berdiri sambil menatap penuh harap ke arah landasan. Ketika pintu pesawa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN