Apartemen itu berada di lantai sepuluh sebuah gedung elit di jantung kota Mumbai. Dari jendela besar yang terbuka, cahaya pagi menyelinap, membasahi ruang tamu bergaya minimalis dengan nuansa hangat berwarna krem. Suara klakson, gemuruh kehidupan kota, dan semilir angin laut membaur jadi satu dalam harmoni kota metropolitan yang tidak pernah tidur. Tiffany–sementara berganti nama Caetline–Berdiri di dekat jendela, membiarkan rambut panjangnya diusap angin pagi. Matanya menatap jauh, kosong, namun hatinya berisik oleh kecemasan. Jaka, atau Delon, sedang duduk di sofa dengan secangkir teh hangat di tangan, mengenakan hoodie gelap dan celana santai. "Kau belum tidur semalaman?" tanya Jaka, nada suaranya lembut tapi tetap mengandung kekhawatiran. Tiffany mengangguk pelan tanpa menoleh. "Aku

