Angin laut malam itu membawa aroma anyir darah dan besi berkarat. Dermaga Mumbai yang semula hanya menjadi medan pertempuran mematikan, kini sunyi sebentar. Di tengah genangan darah dan tubuh raksasa Bhairav Singh yang terkulai tak bernyawa, dua sosok yang hampir kehabisan tenaga berdiri terpaku. Jaka dan Tiffany. Jaka bersandar pada kontainer yang dingin, tubuhnya penuh luka sobek dan memar. Nafasnya berat, jantungnya naik-turun tak beraturan. Tangan kanannya berlumuran darah. Tiffany berada di sebelahnya, darah menetes di dagu. Rambutnya yang panjang berantakan, dan tangan kirinya menggenggam erat lengan Jaka seolah kalau dilepaskan sedikit saja, ia akan runtuh. "Kita berhasil... Jaka." Jaka mengangguk lemah, matanya menatap laut yang gelap. "Sampai saat ini… Fany, kita tetap berta

