Di suatu tempat lain, Rohit Khana yang mendengar laporan melalui saluran radio pribadinya berdiri dari kursi dengan wajah pucat pasi. "Apa?! Putriku masih berada di dalam mobil itu! Gopal, hentikan Perintahmu! Ulangi, hentikan! Jangan tembak kendaraan itu! Ada Alya di sana!!" teriaknya melalui telepon satelit. Namun, Gopal tidak mengangkat seperti tak mendengar perintah sang Mentteri. Radio di tangannya terus mengeluarkan perintah dingin tanpa rasa bersalah. "Target berada 1 km dari titik penyergapan. Semua unit bersiap. RPG, kunci target. Jangan beri mereka waktu bernapas." Vinod mencoba menelepon Phrabas Dev, asisten pribadinya yang biasanya dapat diandalkan. Tapi yang terdengar hanya nada sambung panjang. Rakit seolah lenyap di telan bumi, ponselnya tidak aktif. Rohit menekuk waja

