Keraguan menyusup pada cinta. Tanya diajukan. Jawaban dipertaruhkan. *** Malam telah tiba, Sasi sendiri sudah siap menanti kedatangan Elard di kamarnya. Jantung Sasi berdegup karena sangat senang dan bahagia. Berkali-kali dirinya mematutkan diri di depan cermin dan berkali-kali pula Sasi mempermainkan kalungnya, hadiah khusus dari Elard. Namun, perlahan euforia itu berubah menjadi kekhawatiran tersendiri. Kini Sasi lebih peduli pada jam di pergelangan tangannya. Saat ini sudah pukul sembilan malam, tetapi Elard belum datang bahkan tidak meneleponnya. Sasi menatap ponselnya. Tidak ada telepon, tidak ada pesan masuk, tidak ada apa pun. Terlintas untuk menelepon Elard atau mengirimi Elard pesan. Keraguan mendera. Selama ini Sasi tidak pernah memulai duluan. Sekalinya mencoba memulai, yang

