Chapter 46

1003 Kata

Sayang, jangan kau turunkan nirwana dan kau persembahkan untukku, karena aku tidak ingin. Sayang, jangan kau bangun istana di hatiku, karena aku tidak bersedia. Sayang, jangan lakukan apa pun yang kau sendiri tidak punya keyakinan akan apa pun. *** Sasi sudah selesai berganti pakaian dan menuju ke dapur untuk mengambil rantang makanan. Ia bersiap untuk pergi ke kantor Elard. Dirinya sudah menyiapkan makan siang untuk Elard. Dengan semringah Sasi keluar dari rumah. Selama perjalanan, tak hentinya Sasi memainkan liontin yang dikenakannya. Liontin itu adalah simbol perasaan Elard, yang jujur, dan apa adanya. Sasi lebih menyukai menggunakan liontin pemberian Elard semalam, ketimbang cincin tunangan yang juga sama diberikan Elard. Itu karena historisnya berbeda. Sesampainya di kantor Elard,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN