Chapter 29

1015 Kata

Kenangan ada untuk dikenang. Jangan datang kalau hanya menjadi perusak akan masa kini. Jangan datang kalau hanya berjudi akan masa depan. Kamu dan dia tidak pernah punya masa lalu. *** "Eh..., iya kah?" Sasi hanya bisa menjawab sekenanya. Dia tak menduga akan ada pernyataan yang seperti itu. Apalagi ada Elard. Sempat Sasi melirik ke arah Elard. "Yup. I am your big fan, you were my type." Felix menyampaikan tanpa tedeng aling-aling. Entah Felix memang sengaja menyatakannya karena perasaan yang lama terpendam. Ataukah Felix lupa jika ada tunangan Sasi yang kemungkinan juga mendengar. "Ooo..., admire toh," sahut Andro. "Kenapa dulu gak langsung tembak?" "Sasi bikin bentengnya tinggi-tinggi." "Halah, alesan. Kalau memang suka, yang harusnya langsung tembak," tukas Andro. Dia memang spesi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN