Chapter 24

1285 Kata

Aku tidak mengerti kenapa ia harus selalu menutup rapat pintunya. Bahkan tirainya pun diturunkan. Semestinya ia tahu, aku di sini ada untuknya. Kurasa, aku harus mengetuknya. *** Hari masih gelap, bahkan matahari hanya setengah hati menampakkan sinarnya, tetapi kesibukan di kediaman Oma Sofia sudah dimulai. Calon pengantin wanita, para ibu, dan beberapa kerabat wanita, sudah mulai dirias. Sasi sendiri sudah terbangun sedari subuh masih gelap. Tidurnya gelisah. Ini pertama kalinya ia tidur di rumah orang lain, apalagi harus sekamar dengan Elle. Selain itu, Sasi juga  memikirkan keberadaan ponselnya. Walau itu alat komunikasi yang sudah tidak canggih lagi, tetapi ia membutuhkan ponsel itu. Beruntungnya Sasi karena Azka juga bangun lebih awal. Sasi meminta bantuan Azka untuk mencari ponse

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN