Chapter 23

1218 Kata

Pertapa pun goyah saat melihat beningnya aliran lara di wajah bidadari. Bukan iba tapi cinta. *** Seseorang itu ternyata Elard. Ia masih menggunakan setelan jasnya dan berdiri tegap di bawah pohon Jacaranda. Kedua tangan Elard berada di dalam saku celana dan ia menatap Sasi dengan tajam. Segera Sasi berbalik dan bersiap melangkah pergi, tetapi kemudian Elard bicara. "Sesopan inikah kamu terhadap orang? Apa saya penjahat? Sampai-sampai kamu tidak menyapa dan bahkan memunggunginya?" tegur Elard. Sasi yang masih membelakangi Elard, menunduk lemas. Dihelanya napas panjang dan kemudian ia kembali berbalik menghadap Elard. "Maafkan Saya," ujar Sasi dengan lemas. "Apa yang kamu lakukan di luar?" "Saya mencari ponsel," jawab Sasi berdusta, sambil menunduk. Kedua tanganya terlipat rapat, ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN