Kalau sudah saatnya, maka waktu pun tak bisa menghalangi. Di dalam cinta, selalu ada hasrat liar yang menari-nari. *** Elard tiba-tiba menghentikan langkahnya dan menatap Sasi serius. "Ada apa?" "Eh? Enggak. Gak ada apa-apa, kok?" jawab Sasi gelagapan. Dirinya bertanya-tanya, apakah suara hatinya terdengar oleh Elard. "Tapi, sepertinya ada apa-apa." Seperti biasa. Elard menaikkan salah satu alisnya. Ini sering berhasil saat Elard ingin mengintimidasi Sasi. Elard tahu? Dia mendengar? Ataukah dia bermain mengira-ngira seperti tadi? tanya Sasi dalam hati. Tak mungkin juga dia mengungkapkan pikirannya begitu saja, apalagi suasana hati Elard sepertinya tak terlalu baik. "Sudah kembali, Mas?" tegur seorang satpam rumah yang tadi bicara dengan Elard. Rupanya ia sengaja menunggu di luar pag

