Rencana kecil disusun. Hanya agar sejoli tidak tumbang. *** Sasi disambut hangat oleh Vero. Ia dirangkul dan dibimbing lembut menuju ruang makan. Benar-benar sambutan yang tak biasa. Seperti ibu mertua menyambut kedatangan menantu perempuannya. Ini pertama kalinya Sasi masuk lebih dalam rumah Blenda. Biasanya hanya sampai ruang tamu dan kedatangan Sasi bisa dihitung dengan jari. Tidak sampai sepuluh kunjungan dan tidak sampai lebih dari lima belas menit. Rumah Blenda begitu besar dan di setiap ruang dibatasi sekat-sekat atau pintu berbingkai dengan kaca-kaca. Tersekat tetapi juga terbuka. Interior didominasi warna putih dan kuning emas. Banyak lukisan dan sedikit foto keluarga. Namun, yang sedikit itu menampilkan kehangtan dari keluarga Blenda. Di setiap meja atau sudut, selalu ada ra

