Matahari diam-diam masih peduli pada bulan. Sayangnya, bintang lebih nyata menemani bulan. *** Napas Elard putus-putus. Ada yang hendak ditahan, tetapi di saat bersamaan ingin dikeluarkan. Pikiran Elard penuh dengan praduga. Berusaha menarik logika, tetapi tak ada celah. Membuat emosi Elard semakin sulit dikekang. Ditatapnya Sasi dengan mimik wajah mengerikan. Kedua tangan Elard mencengkeram roda kemudi dengan kuat, hingga buku jari-jari tangannya memutih pucat. Tatapan Elard membuat Sasi bergidik ngeri. Sasi merasa dirinya saat ini, benar-benar telah melakukan kesalahan yang fatal. "Seberapa dekat kamu dengannya?" tanya Elard dengan sedikit menggeram menahan amarah. "Ha? Saya? Dengannya?" Sasi gelagapan. Reaksi Elard membuatnya ketakutan sendiri. "Pantas... dia tahu semua tentangmu

