Masih ada sayang di tengah badai ketidakpercayaan *** Selama dalam perjalanan sampai di tempat tujuan, hanya kesunyian yang menyelimuti keduanya. Tidak ada yang berbicara, bahkan hanya untuk sekadar menanyakan kabar pun tidak. Bukan hanya komunikasi yang mandek, keduanya pun bahkan tidak ada yang saling menatap. Tapi kalau hanya tidak berbicara dan tidak ada kontak mata saja, itu masih bisa diatasi. Masalah muncul adalah saat sudah tiba di gedung resepsi. Ketika selesai memarkirkan mobilnya, Elard terus-terusan berjudi dengan dirinya sendiri, antara apakah memegang tangan Sasi, atau mengapit pinggang Sasi, ataukah berjalan masing-masing saja. Akhirnya Elard yang sudah keluar lebih dulu, memutuskan untuk bersikap layaknya gentleman. Elard membukakan pintu mobil untuk Sasi dan mengulurka

