Pagi ini Wisnu berangkat ke kampus terburu buru, ia ingin sekali bertemu lagi dengan hilga, ia sudah tak kuasa menahan rindu, sudah seminggu tak bertemu dengan mahasiswa pujaannya. tapi alasan apa yang tepat agar ia tak terlihat seperti dosen genit. sejujurnya Wisnu bukan pria yang mudah jatuh cinta atau bermain wanita. pernikahan dengan istrinya saja karena ia dijodohkan.
Saat itu umurnya 33 tahun, orang tuanya terus mencarikan calon untuknya seakan sangat takut kalau Wisnu tidak laku. akhirnya setelah belasan kali menolak perempuan yang dijodohkan nya Wisnu pun mau menikah karena memang sejak dulu ia tak pernah jatuh cinta, dan tak tau orang tuanya akan mencarikan jodoh sampai kapan, dengan banyak pertimbangan akhirnya ia mau dijodohkan bahkan tanpa tahu wajah calonnya yang saat ini jadi istrinya.
Wisnu sampai di kampus pukul 07.00, pagi sekali, bahkan masih sangat sedikit mahasiswa yg berkeliaran, ia adalah dosen pertama yang datang hari ini.
Wisnu duduk di ruangannya sambil memikirkan cara untuk bertemu dengan Hilga lagi, ia tak tahu cara PDKT Wanita karena memang ia belum pernah melakukannya.
Akhirnya ia, memberanikan diri mengirim pesan pada gadis pujaannya itu
"Hilga"
Hilga yang sedang sarapan melirik ponselnya yang berbunyi, saat tahu ada pesan masuk dari dosennya ia langsung membalas
"iya pak?"
Hilga menunggu balasan dari Wisnu, Wisnu mengetik lama sekali.... akhirnya masuk setelah dua menit Hilga menunggu
"hari ini kuliah?" tanya wisnu
"iya pak. ada apa?" balas Hilga
"nanti bisa ke ruangan saya jam 11.00?" balas wisnu
"baik pak" balas Hilga mengiyakan
Wisnu terlihat lega melihat balasan dari Hilga, ia tak sabar menunggu jam 11.00 padahal saat ini baru jam 08.00 Wisnu terus mondar mandir sambil senyum tenyata sebahagia ini jatuh cinta. sejenak Wisnu lupa kalau ia pria beristri.
Waktu yang ditungggu tunggu tiba, Hilga akhirnya datang juga..
"tok tok.. . permisii.. . "
"iya, masuk" Jawab wisnu dari dalam ruangan
hilgapun masuk dan duduk di hadapan pak Wisnu.
"Siang pak, saya Hilga, saya diminta menemui bapak jam 11.00 ada apa ya pak?"
"Kemarin Hilga belum tanda tangani kartu rencana study, ini kartunya" ucap wisnu sambil menyerahkan selembar kertas
"ooh iya pak saya lupa" Hilga tertawa sambil menepuk kepalanya, terlihat sangat manis dimata Wisnu.
"Hilga tinggal dimana?" tanya wisnu
"di Taman Kusuma pak" jawab hilga
"Oh di Taman Kusuma, Kost atau rumah orang tua?" tanyanya lagi
"Saya ngekost pak, saya Aslinya dari Ciamis" jawab hilga
"Waah, sama dong saya juga dari Ciamis, btw kalau lagi berdua jangan panggil Pak, panggil mas aja, rasanya ketuaan di panggil pak, lagian saya kan ingin jadi teman kamu juga, kalau panggil pak jadi seperti ada jarak antara dosen dan mahasiswa. Oh iya Hilga sudah punya pacar?" tanya wisnu
Deg! Hilga bingung harus jujur atau bohong kalau ditanya gini sama dosen, kalau jujur ya masa dia bilang punya pacar sama dosen ya kayak malu aja gitu.
"Saya nggak punya pacar pak, ehh mas" jawab hilga sengaja berbohong karena tak enak
Dalam hati Wisnu sangat senang bahkan ia sangat ingin melompat saat ini.
"Mas wisnu sendiri punya pacar?" tanya hilga hanya sekedar basa basi
"tidak" Wisnu dengan yakin menjawab
"kalau istri?" tanya hilga lagi
Deg! Wisnu bingung harus menjawab apa, kalau ia menjawab jujur pujaan hatinya pasti akan menjaga jarak.
"Pacar aja nggak punya, apalagi istri" jawab wisnu
"Owalaah masih lajang toh, padahal udah mapan kok belum cari istri sih pak? " tanya hilga mengajaknya bercanda
"tuh kan pak lagi" ucap wisnu sambil cemberut
"haha.. iya lupa, mas maksudnya, saya gak enak soalnya kalau manggil mas, kayak ga sopan hehe" jawab hilga
"ga apa apa, kan saya yang minta, hmm ya belum aja sih, Hilga mau?" tanya wisnu
"Mau apa mas?" tanya hilga balik
"Jadi istri saya" jawab wisnu
Deg! Hilga bingung harus menjawab apa, entah Wisnu sedang serius atau bercanda akhirnya ia mengalihkan dengan pembicaraan yang lain.
"Oiya, Mas Wisnu sudah waktunya jam makan siang, Saya izin pamit ya mas" ucap hilga
Wisnu kecewa hilga tidak memberikan jawaban
"Kamu makan disini aja, Saya pesenin go-food" ucap wisnu mencoba lebih lama lagi bersama hilga
"Gimana yaa Mas, Saya udah janjian makan bareng sama temen soalnya" jawab hilga
Wisnu sangat ingin dengan Hilga lebih lama, tapi ia tak ingin terlihat memaksanya.
"ya sudah" jawab wisnu
Hilga pun keluar dari ruangan wisnu dan berjalan keluar kampus.
di gerbang depan kampus Daffa menghentikan Motornya, diatas motor ia merogoh ponselnya dan menelpon seseorang
"Hallo yank, aku udah di depan" ucap daffa
"iya ini aku mau kesitu" jawaban dari wanita yang ditelfonnya kemudian ia menutup telfonnya
tidak lama Hilga pun sampai, seperti biasa Daffa selalu mengecup kecil bibir hilga , Hilga segera memakai helm, dan naik kemotor Daffa. karena Daffa memakai motor gede pantatnya sedikit menungging dan payudaranya menyentuh punggung Daffa.
Ternyata sedari tadi Wisnu memperhatikan mereka dari jauh sambil mengepalkan tangannya geram.