2. Asem

729 Kata
Wisnu POV Siang itu setelah obrolanku dengan Hilga berakhir dia pamit pergi karena ada janji dengan temannya, kuikuti Hilga sampai kedepan gerbang kampus, aku sangat penasaran Hilga ingin makan siang dengan siapa. Aku melihatnya menemui seorang lelaki, lelaki itu menciumnya, tubuhku langsung bergetar, hatiku sakit dan sangat kesal. Aku penasaran siapa lelaki itu, aku bergegas pergi ke ruang makan dosen. sesungguhnya Aku tak berselera makan "laki laki itu tidak mungkin hanya temannya, jelas jelas dia mencium hilga di bibir. tapi hilga tadi bilang tak punya pacar, apa hilga bohong padaku? kenapa dia bohong, apa dia menaruh harapan padaku?" Pikirku Aku terus berfikir hingga jam makan siang makanan di depanku masih utuh, aku benar benar tak berselera makan, ini pertama kali Aku merasakan hal seperti ini. Inikah rasanya patah hati sakitnya bahkan jauh lebih sakit dari pada jatuh dari motor. "pak wisnu, pak" terdengar samar samar seseorang memanggilku, aku tersadar dari lamunanku dan menoleh, ternyata ia adalah pak Ari, Pak Ari adalah rekan sesama dosen yang ditugaskan dikampus yang sama sepertiku, kita sudah menjadi sahabat sejak 10tahun yang lalu sejak bekerja sebagai dosen dikampus Cipta Bangsa. "Eeh pak Ari, dari kapan disini?" ucapku "ngelamun pak?" tanya pak ari "iya pak akhir akhir ini lagi banyak pikiran" jawabku lesu "kenapa pak? curhat aja sama saya" ucap pak ari "ini masalah pribadi sih pak, tapi saya belum siap ceritain nya" jawabku Sebenarnya aku bukan belum siap, tapi aku malu menceritakannya, aku menganggap ini adalah aib, masa iya ada dosen yang suka mahasiswinya malah curhat, itu seperti menggali lubang kuburan sendiri. aku takut Ari tidak bisa menjaga rahasia. Aku juga bingung kenapa ia seperti merasa ini rahasia, padahal Aku dan Hilga memang tidak ada hubungan apapun. "yaudah pak, nanti kalo bapak mau cerita, cerita aja ke saya barangkali saya bisa ngasih solusi" ucap ari tulus Akupun mengangguk. *** POV Author Di malam hari Wisnu mencari tahu Sosmed Hilga, ia pun mengetik nama Hilga di ponselnya setelah ia menemukan account Hilga yang dia cari tetapi sayang Hilga mengunci profilnya akhirnya Wisnu memfollow account instagramnya. Suara keroncongan perut Wisnu menyadarkannya kalau ia lapar, Stalking semua medsos Hilga membuatnya lupa kalau ia belum makan, Wisnu ke meja makan dan membuka tudung saji, namun tak ada sedikitpun makanan, sepertinya pembantunya tidak masak hari ini "Dini" panggil wisnu "Diiin" ucap wisnu sambil mencarinya "Diniii" panggil nya berulang kali namun tak ada jawaban Wisnu mencari Dini keseluruh penjuru ruangan, tapi tak menemukannya, Wisnu segera menelpon dini. "tuut... . tuut.. . tuut.. tuut.. tuuut.. " Setelah lama menunggu akhirnya Dini menjawab "Hallo mas?" ucap Dini menerima panggilan "Lagi dimana?" tanya wisnu "Aku lagi meet up sama temenku" jawab Dini "Sudah malam loh ini sudah jam 10 lebih" ucap wisnu mengingatkan "iya nanti juga pulang kok" Ucapnya tidak suka "terus, Kamu kok ngga bilang sih kalau bi juju ngga masak? kan kalau tau aku bisa makan diluar" ucap wisnu "Biasanya juga kamu masak sendiri kan kalau bi juju ga masak, ceplok aja telor, beres! kok kamu jadi bawel sih mas" bentaknya "Yaudah lah" Wisnu akhirnya menyerah dan mengakhiri panggilannya. Dini dari awal menikah memang suka keluyuran, jarang dirumah, apalagi masak, sampai saat ini umur pernikahannya sudah 2tahun tapi masih sering nongkrong dan clubbing dengan temannya mungkin itu yang menjadi faktor penyebab Wisnu belum juga mencintainya, karena mereka jarang bersama dan Dini yang tidak perhatian terhadapnya. Ia membuka lemari es, tapi telur sudah habis, ia pun membuka lemari dapur, mie instan juga habis. Pantas saja bi juju ngga masak ternyata memang tak ada yang bisa dimasak. mungkin istrinya tidak memberikan bi juju uang belanja. Akhirnya Wisnu memesan makanan lewat gofood. tapi resto yang tersedia hanya tinggal sedikit pilihan mengingat ini sudah jam 10 malam. Akhirnya ia pun memutuskan keluar cari makanan sekalian cari angin. Wisnu berniat memakai motor namun langit sangat gelap, tidak terlihat bintang satupun maka ia memutuskan untuk pakai mobil saja. 15 menit menyetir Wisnu menghentikan mobilnya di angkringan pecel lele dan memesan makanan kepada pelayan, kemudian duduk. tapi tak diduga di sebelahnya ada Hilga "Hilga?" ucapnya wajah wisnu yang tadinya murung jadi sumringah "Eh, pak Wisnu" balasnya tersenyum ramah Wisnu bergeser agar lebih dekat dengan Hilga namun Wisnu malah melihat Hilga sedang bersama seorang lelaki. sepertinya itu pacar Hilga karena pria itu adalah pria yang tadi siang menjemputnya di depan kampus, asem tenan nasib Wisnu, pertama kali suka sama orang tapi malah liat si doi pacaran di depan mata.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN