BAB 45

1936 Kata

Jingga mematut dirinya di depan cermin. Hari ini dia ada janji bertemu dengan Jane di butik. Rey sudah lebih dulu menunggunya di meja makan. Hari ini dia berangkat lebih pagi. Dua minggu berlalu sejak Lyra kabur dari penjara polisi belum juga menemukan keberadaan wanita itu sehingga Rey tidak mengijinkan Jingga berangkat sendiri. Mau tidak mau Jingga harus menyesuaikan jadwal masuknya dengan suaminya. Menuruni tangga dengan senyum manis terukir di bibir yang berpoles lipstik tipis kemudian berjalan menuju meja makan. Mengambilkan porsi sarapan untuk Rey kemudian duduk di samping suaminya itu. “Sarapan kamu mana, Sayang?” Rey mengernyit melihat Jingga tidak mengambil makan untuk dirinya sendiri. “Aku sarapan di butik aja, belum laper. Lagian lagi nggak pengen makan nasi,” ungkapnya. “Te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN