BAB 47

1820 Kata

Rey mengamati komplek perumahan di sekitarnya. Dia sudah sampai di alamat yang Bara kirim tapi belum nampak batang hidung sohibnya itu. Mencoba melakukan panggilan telepon tapi tidak diangkat. Beberapa menit kemudian mobil yang sangat Rey kenali melaju ke arahnya kemudian parkir tepat di samping mobil Rey. “Gimana?” Rey bertanya. Tanpa menjawab Bara menelepon anak buahnya yang sedang mengintai rumah yang diperkirakan menjadi tempat persembunyian Lyra. “Depan sebelah kiri ada gang. Rumah ketiga sebelah kanan dari jalan. Ayok,” ajaknya pada Rey kemudian bergegas menuju rumah yang Bara tunjuk. Rey bisa melihat dua orang anak buah Bara yang berada di sana. “Dari tadi belum keluar, Bos,” lapor salah satu dari mereka. “Ya udah langsung aja.” Rey sudah tidak sabar ingin membekuk sendiri w

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN