Pagi hari sebelum berangkat ke kantornya, Andrew mengunjungi rumah Nimas. Awalnya dia ingin bertemu dengan Richard. Namun, temannya sudah berangkat ke kantor terlebih dahulu. Rumah Nimas. Tempat curhat antara Lea dan Andrew. Bergantian datang setiap kali ingin mencurahkan pergumulan tentang hubungan mereka. Nimas pun sebenarnya sudah cukup dibingungkan oleh kedua anak Adam dan Hawa ini. “... apa mungkin Lea jadi manja sama aku gegara dia hamil anakku ya? Ngaruh nggak, sih?” tanya Andrew sebagai kalimat penutup setelah cerita panjang lebar mengenai istrinya yang berlaku manis akhir-akhir ini. Seolah Andrew tidak percaya dan takut bila itu hanya faktor kehamilan saja. Ditambah lagi tadi pagi Lea menemukan surat cerai yang Andrew ajukan sebelumnya ke Viktor. Wah, uring-uringannya dahsyat.

