28. Rahasia

745 Kata

Ganendra mengirim pesan untuk menemuinya di kafe depan kampus saat jam makan siang. Alice mendesah, menyimpan ponselnya dan membereskan ketas-kertas yang berhamburan di atas meja--sisa tugas kuliahnya yang masih setengah jadi. Alice mendesah. Memijat pangkal hidungnya sambil bersandar pada punggung kursi. Bahkan hembusan AC yang menerpa wajahnya tidak membuat suasana hati Alice membaik. Dia masih menmikirkan ucapan Levin tadi pagi... Apa pernyataan cinta yang pria itu ucapakan memang benar? Levin bakan sudah mencintainya ketika Alice masih kecil dulu. Tapi... Apa mungkin, ini memang saatnya untuk Alice melupakan masa lalu dan memulai masa depannya dengan Levin? Mempercayakan seluruh hidupnya pada pria itu? Karena sungguh. Alice merasakan desiran halus di seluruh aliran daranya ketika

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN