Alice menatap sekitar. Hanya kegelapan, tanpa cahaya, kosong. Hawa dingin menusuk tulang, membekukan. Oksigen seolah sedang direnggut paksa darinya. Sesak. Tubuhnya melemas. Lalu, kilasan mengerikan itu datang lagi. Berputar-putar di kepalanya seperti kaset rusak. Merobohkan benteng pertahanannya, menarik tubuh Alice dalam pusaran hitam berbalut kegelapan. Tubuhnya seolah bukan menjadi miliknya lagi. Pasrah. Terseok-seok dalam gulungan awan hitam. Lalu, suara tangisan menyayat hati itu datang lagi. Serak mendayu bagai melodi kematian, rintih menyiksa bagai tersayat sembilu. Tenggorokan Alice tercekat. "Kakak... lepasin aku... " Siluet itu datang lagi. "Kakak mau apa? Aku ingin pulang Kak, aku rindu Bunda." Kepala Alice berdenyut lagi. Seperti ribuan jarum sedang ditancapkan dalam k

