Yogi dan Yuna

1449 Kata

Meidinda Rajingga   Teriknya mentari menyelimuti udara Bandung kala itu. Menyegerakan langkah sampai ke dalam naungan bangunan kuno adalah pilihan yang tepat saat beraktifitas tengah hari. Gaung langkahku menggema di ruangan depan panti melati yang lenggang. Beberapa anak masih belum pulang sekolah dan yang lain sedang tidur siang. Derap langkah dari ruangan bagian dalam menyambutku.   " Teh Iga? Apa kabar ? " Gadis berkerudung krem itu menyambut dan memelukku.   " Assalamu'alaikum Adel. Alhamdulillah kabar baik. "  " Wa 'alaikum salam. Kamana wae Teteh mah? Teu Sono ka abdi nya?" ( Teteh kemana saja? Nggak kangen ya sama saya?) " Kangen atuh Del. Maaf ya baru bisa sekarnag datang ke sini. "  " Neng, ini barangnya taruh dimana?" Pak Adnan sudah berada di sampingku dan menunjukkan dua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN