Meidinda Rajingga Hujan deras mulai mengguyur kota Bandung mulai siang hari kemarin hingga subuh tadi. Awan gelap masih mendominasi langit pagi ini disertai rintikan gerimis yang menyisakan hawa dingin. Ditambah pendingin ruangan yang belum dimatikan, aku memilih kembali bergelung di balik selimut tebal kamar kami setelah sholat subuh. Biarlah sekali-kali nggak ribet menyiapkan sarapan di dapur. Toh masih ada sayur opor dan pepes patin di sana, Bik Wati bisa memanaskannya. Memejamkan mata rasanya nikmat sekali. Memoriku memutar kembali rekaman adegan panas yang kami lakukan semalam, rasa hangat memenuhi kalbu. Padahal kami baru berpisah tiga hari saja, tapi menggempurku habis-habisan. Semenjak pulang dari berbulan madu, energiku terus merosot karena waktu tidur yang.semakin berk

