Bougenville Jingga

2279 Kata

Alan Ghazali Wibisana   Seharian pacaran, puas berenang di pantai, siangnya masih ke air terjun dan wisata batu picah di sebelah  utara pulau Biak hingga akhirnya kami kembali ke hotel  menjelang sunset. Malam harinya, Iga meminta untuk pulang karena besuk malam kami akan terbang ke Makassar lalu lanjut kembali ke Bandung. Walaupun semua barang-barang Jingga sudah dikemas sedemikian rupa oleh ibu, Edwin dan Mitha, tetap saja ada yang kurang menurut Jingga. Menjelang dini hari, badannya panas lagi dan membuatku kalut. " Ga, sudah jam berapa nih? Kamu masih mondar-mandir aja. Berisik, saya nggak bisa tidur. " Itu sebenarnya alasanku saja agar Jingga bisa istirahat. Tapi, dia malah mendekatiku, mengusap-usap kepalaku dan ditepuk-tepuknya tanganku, layaknya seorang ibu yang hendak menidurk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN