Adventure 2

2072 Kata

Meidinda Rajingga    Benar dugaan nakhkoda kapal, malam ini hujan deras disertai angin yang cukup kencang. Walaupun kami dalam tenda, tapi kami masih ada dalam naungan teras rumah penduduk. Atas tenda kami masih ada atap yang terbuat dari seng. Aku cemas memikirkan Ari dan teman-teman laki-laki. Tenda mereka ada di gazebo yang ada di tepi laut. Bisa kubayangkan terpaan angin keras dari laut. Semoga mereka dalam keadaan baik-baik saja. Aku merasa ada yang ganjil pada diriku. Dingin yang sampai ke tulang. Paracetamol hanya bertahan beberapa jam saja. Aku menelan satu tablet lagi dengan air hangat. Kupaksakan diriku untuk menghabiskan satu buah biskuit. Wiwid dan Ayu yang satu tenda denganku terbangun. “ Maaf ya, kalian jadi terbangun. “ Wiwid merangkak mendekatiku. “ Astagfirullah Iga,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN