Meidinda Rajingga Sambil menenteng tas ransel, aku menuruni tangga dan menyapa adikku yang sedang asing membaca majalah sambil memakan coklat. Sepagi ini dia sudah makan coklat? “ Nggak takut dimarahi ibu, pagi-pagi udah makan coklat?” Mitha menoleh. “ Kan besuk sudah puasa Mbak. Nggak papa lah hari ini sarapan enak dulu. Mbak Iga hari pertama puasa nggak di rumah?” “ Aku cuma nginep dua hari aja kok di pulau.” “ Mbak mau ke pulau mana sih?” “Bromsi dan Pasi, kenapa?” “ Sama Mas Ari dan Mbak Wiwid?” “Ya dan yang lainnya juga.” “ Ooh . . . Trus Mas Alan bagaimana?” “ Ya nggak tahu lah. It’s not my business.” Ucapku singkat sambil mengambil kue wafel yang ada di meja makan. Ayah dan mas Edwin sudah berangkat kerja.

