Meidinda Rajingga Sejak hari dimana pak Alan mengungkapkan perasaannya padaku, dia selalu hadir dalam semua aktivitasku. Hingga pengabdianku membantu sekolah dasar di Biak Barat selama dua minggu selesai, pak Alan juga turut hadir di sana membantu puskesmas setempat. Setiap acara kumpul atau melakukan kegiatan bersama teman-temanku, dia selalu ada. Teman-temanku menjuluki kami pasangan Romeo-Juliet. Tapi mulut Ari dan Wiwid lebih nyinyir, menyebut kami adalah Siti Nurbaya-Datuk Maringgih. Tentu saja ini dikatakan hanya di kalangan kami bertiga. Aku memilih tidak memberi reaksi, toh kenyataannya memang benar adanya. Seiring dengan berjalannya waktu, Pak Alan semakin akrab dengan teman-teman juga keluargaku . Kenyataan yang tidak aku sukai. Suasana hatiku langsung buruk ketika sedang

