Renata ketiduran sembari memeluk Pelangi. Mengerjap, dia merasakan tidurnya terganggu oleh sesuatu yang terasa menggelikan di area lehernya. Renata mencoba menggerakkan tubuhnya namun seperti ada yang menahan pergerakannya. Tangannya meraba perutnya dan ada sesuatu yang melingkarinya. Menunduk, dia mendapati ada tangan kekar melingkari perutnya diikuti hembusan nafas di lehernya. Menoleh ke belakang, wajahnya bertabrakan dengan rambut seseorang. Menghirup dalam-dalam aroma rambut tersebut, dia menghela nafas panjang saat tahu siapa pelakunya, siapa lagi kalau bukan Riko. Tidak tahu bagaimana bisa lelaki itu memasuki kamar ini dan dia ingat betul tadi dia mengunci pintunya. Ah, seharusnya dia tidak perlu heran karena pasti ada kunci cadangan. Mendengus, dia mencoba melepas lilitan tangan

