TTU | 43

1207 Kata

Renata tersentak ketika tubuhnya dipeluk dipeluk dari belakang. Ternyata Riko berdiri di samping pintu kamar mandi menunggunya keluar. Dia bergerak minta dilepaskan tapi Riko justru menggigit bahunya membuatny meringis. "Sakit Riko!" Pekiknya mencubit lengan Riko yang disambut tawa oleh lelaki itu. Riko melepas pelukannya dan dia memilih menghampiri sang putri yang masih tertidur, sama sekali tidak terganggu padahal orang tuanya membuat kegaduhan. "Hukuman buat kamu." Belum sempat Renata membalas ucapan Riko, tiba-tiba suaranya tertahan ketika lelaki itu melumat bibirnya dengan lembut. Tidak begitu lama sebab ketika Riko hendak memasukkan lidahnya tiba-tiba sang putri terbangun dan menangis. Ah, putrinya ini memang pengertian, tahu saja saat yang tepat untuk menyelamatkannya. Renata m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN