Keesokan pagi nya akad nikah diadakan di rumah pak Agus sekaligus orang tua nayla, pernikahan tanpa pesta ini di laksanakan dengan wali nikah ayah nayla sendiri dan di hadiri juga oleh tetangga dan warga desa di setempat.
Nayla menangis sambil memeluk ibunya saat Arya berjabat tangan ayahnya.
"Bagaimana sudah siap ? "Tanya penghulu pada Arya dan juga para saksi dan keluarganya.
" siap" jawab arya. Hatinya mulai berdebar, meskipun ia sudah biasa menhadapi para klien atau meja operasi sekalipun tapi kali ini berbeda dengan yang ia hadapi biasanya. Hingga tak lama proses ijab kabul pun di lakukan.
" Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan anak kandung saya Nayla Arindya Prameswari binti Agus Bhaihaqi dengan mas kawin uang tunai sebesar dua juta rupiah dibayar tunai!"
Arya mendengarkan dengan seksama, lalu menarik nafas sebentar. " Saya terima nikah dan kawinnya Nayla Arindya Prameswari binti Agus Bhaihaqi untuk saya dengan mas kawin sebesar dua juta rupiah di bayar tunai !"
"Bagaimana para saksi ?" Penghulu bertanya pada kedua saksi.
" saah..."
Semua orang pun spontan mengucap syukur. Arya juga entah kenapa merasa lega karena mengucapkan ijab kabul hanya dalam sekali dengan lancar dan dengan satu tarikan nafas.
Selesai mengucapkan ijab di hadapan para warga desa setempat dan langsung di sah kan oleh para saksi. Maka resmi sudah nayla resmi menjadi istri dari seorang dokter Arya Mahendra pratama.
Pernikahan yang tidak diharapkan dan juga sangat tidak di inginkan oleh kedua nya.
Arya hanya terduduk dengan wajah datar, hingga nayla mencium tangannya sedikit senyum samar di wajah Arya.
Selesai akad nikah para saksi dan para warga pun berpamitan meninggalkan kediaman rumah pak Agus. Dan di sini sekarang di ruang tamu. Arya dan nayla beserta orang tua nya berada.
Nak Arya terima kasih sudah menolong kami dengan menerima pernikahan ini walaupun bapak tau begitu berat buat nak Arya ambil keputusan ini karena begitu mendadak apalagi niat nya nak Arya datang ke desa hanya untuk berlibur. bapak juga mau meminta maaf kepada nak Arya atas kejadian ini, sekali lagi terima kasih nak.
Tidak apa pak saya sudah ikhlas menerima semua ini saya akan anggap kalau ini bagian takdir saya. Oh ya untuk dokumen kelengkapan nikahnya saya akan urus nanti kalau sudah sampai di kota pak.
"Baiklah nak bapak mengerti".
Setelah menikah nayla bisa ikut saya ke kota pak saya akan mencari tempat tinggal sementara untuk nayla mungkin untuk sementara nayla bisa tinggal di apartemen saya sebelum saya memberitahu kedua orang tua saya karena saya harus mencari waktu terlebih dahulu untuk membicarakan tentang masalah ini semoga nayla, bapak dan ibu mengerti dengan kondisi saya sekarang ini.
Maaf kalau untuk tempat tinggal biar nayla tinggal di kost aja dulu. Karena kost nayla deket dengan kampus. " ucap nayla sambil menunduk"
"Boleh saya berbicara berdua dengan nayla pak?" Tanya Arya pada pak Agus.
Silahkan nak, kalau begitu bapak dan ibu pamit ke ladang sebentar. Nduk bicara dengan nak Arya karena sekarang ia adalah suami mu, hormati lah ia seperti kamu menghormati bapak ya nduk. " iya pak hanya itu jawabnya arin".
Setelah bapak dan ibu nayla pergi ke ladang. Ruangan yang tadi ramai kini hanya tinggal berdua nayla dan Arya, suasana hening kedua nya sama diam, entah sedang memikirkan apa dalam pikiran masing masing.
Ehmehm... saya boleh bertanya dek ? "Ya mas silahkan". Untuk ke depannya saya akan mencoba untuk menerima keadaan ini, mari kita saling terbuka dan menerima ini semua, untuk masalah hari maaf saya masih belum tapi saya janji saya akan mencoba membuka hati saya untuk dek nayal, dan dek nayla sendiri bagaimana?
Hmm.. saya... hmmm.. pertama saya ingin berterima kasih karena kemaren sudah di tolong entah gimana jadi nya kalo mas nya ini ga datang menolong saya... dan saya juga mau minta maaf karena saya sehingga mas nya jadi kena masalah juga.
Saya akan mencoba untuk menjalani ini semua, tapi saya mohon izinkan saya melakukan kegiatan saya seperti biasa sampai saya sudah siap, karena semester kedepan waktu saya kemungkinan akan banyak di kampus, semoga mas nya mengerti.
Baiklah saya mengerti saya juga akan bertanggung jawab karena bagaimanapun kamu sekarang sudah menjadi istri saya.