Bab 6 : persiapan akad nikah

1005 Kata
Malam itu, udara desa terasa tegang. Di ruang tamu sederhana rumah orang tua Nayla berada , beberapa tetua desa dan kepala desa masih duduk bersila di ruang tamu rumah pak Agus ayahnya nayla. Ayah Nayla berulang kali menghela napas berat. sementara ibunya tak henti-henti menenangkan putrinya yang tak berhenti menangis pelan.. sudah nduk jangan nangis lagi ikhlaskan semua ini ya nduk sudah ya nduk ibu ga tega liat putri ibu menangis terus, tapi bu arin ga mau nikah sekarang bu arin kan masih kuliah bu arin belum lulus bu hiks hiks hiks.... ya nduk ibu mengerti tapi keadaannya seperti ini sabar ya nduk. Arya duduk di hadapan mereka, berusaha tetap tenang namun hatinya juga tegang ia sudah berusaha menjelaskan keadaan yang sebenarnya tapi Ia tahu dirinya hanyalan orang asing di desa itu, dan apa pun penjelasannya seakan tak mampu melawan tajamnya pandangan warga di desa ini. Arya terdiam, dadanya sesak. Tak pernah ia bayangkan, dalam liburan singkatnya ini justru menyeretnya ke dalam pusaran masalah yang sangat besar.dia harus buat keputusan besar pula. Nak Arya maaf kalau bapak boleh bertanya kepada nak Arya.. ya pak silahkan jawab Arya.. Apa nak Arya sudah berkeluarga ? Tanya pak Agus ayahnya nayla.. Arya hanya bisa beredehm dan menjawab saya belum berkeluarga pak status saya masih sendiri. --- Baiklah nak Arya apa nak Arya bersedia menikah dengan putri bapak ? Ya walaupun bapak tau keadaan yang memaksa dan bapak percaya dengan penjelasan nak Arya kalau nak Arya hanya kebetulan menolong putri bapak saja karena sedang lewat di jalan yang dilalui putri bapak. Tetapi warga desa di sini info nya sangat cepat, gosip sudah menyebar sangat cepat pula, kalau bapak tidak menikahkan putri bapak dengan nak Arya, nama putri bapak akan jadi rusak dan kami sejeluarga akan dapat gunjingan warga desa di sini. Ayah Nayla menunduk, wajahnya sangat muram. “Aku hanya ingin melindungi putriku satu satunya.gumam pak Agus dalam hatinya. Arya diam membisu..tatapan nya kosong di dalam pikirannya ia bertanya apakah keputusan ini benar ? Apa aku harus menikah dengan gadis asing yang belum aku kenal. Ia seorang dosen, seorang dokter pula dan seorang ceo muda yang terbiasa menghadapi masalah dengan akal dan logika nya. Tapi malam ini logika dan akal nya kalah oleh tatapan sendu penuh air mata dari gadis desa ini. Tatapan yang kosong namun di penuhi ketakutan. Aku tidak bisa membuatnya hancur hanya karena posisi ku saat menolongnya di salah artikan oleh warga desa di sini.gumam Arya dalam hati. Ia menatap sekali lagi ke arah nayla, gadis itu masih menangis sesegukan dalam dekapan ibunya. Ia bisa melihat ada kepolosan di wajah gadis desa ini yang menusuk hati Arya - gadis ini masih muda baru mulai kuliah baru masuk semester dua, hidupnya masih panjang apalagi dengan cita cita nya. Ia bisa saja menolak dan memilih meninggalkan desa ini sekarang juga, melupakan semua kejadian hari ini. Akhirnya, dengan pertimbangan suara hatinya dan suara berat namun tegas, ia berkata, “Kalau memang ini satu-satunya jalan untuk menjaga kehormatan Nayla dan keluarganya… saya Arya bersedia untuk menikahinya.” Semua mata tertuju pada Arya. Ayah Nayla terdiam sangat kaku, ibunya menutup mulut dengan terkejut sambil menahan tangis, sementara Nayla mendongak melihat pemuda di depannya dengan air matanya makin deras. Baiklah karna nak Arya sudah memutuskan untuk menerima pernikahan ini maka kita putuskan untuk besok pagi kita adakan akad nikahnya bagaimana pak Agus ? Nak Arya ? Tanya kepala desa Pak Agus ayahnya nayla hanya bisa menarik nafas sambil memejamkan mata nya.. dan menjawab kalau ini yang terbaik baiklah saya selaku ayahnya nayla menyetujui pernikahan ini. Ayah... hiks hiks hiks.... nayla sambil sesegukan keluar air matanya. Sedangkan Arya hanya bisa pasrah dan menjawab baik saya menyetujui pernikahan ini di lakukan esok pagi. Baiklah karena semua sudah setuju kalau begitu nak Arya untuk malam ini bisa bermalam di rumah pak Agus, bagaimana pak Agus apa bisa kalau tidak bisa nak Arya bisa bermalam di rumah kepala desa di sini. Pak Agus menjawab tidak perlu pak tetua, nak Arya bisa bermalam di rumah ini karena di rumah masih ada kamar yang kosong yang di rujukan untuk tamu kami bila bermalam di rumah kami, jawab pak Agus. Bagus kalau begitu kami semua pamit dulu ya pak Agus, bu ajeng, nak Arya dan dek nayla. Besok pagi kita bertemu kembali dalam akad nikah nak Arya dan dek nayla ya. Baik pak tetua terima kasih sekali lagi sudah membantu keluarga kami untuk menyelesaikan masalah ini. Ya sama sana pak Agus kalau begitu kami semua pamit dulu.. assalamualaikum wrb.. Walaikum salam jawab pak agus. Nduk kembali lah ke kamarmu istirahat lah nduk, persiapkan dirimu untuk esok hari dan jangan lupa mintalah maaf pada sang khalik memintalah perlindungan darinya. Ayah..... hiks hiks hiks.. sudahlah nduk sekarang istirahat ya. Baiklah ayah arin ke kamar duluan. Nak Arya boleh bapak bertanya sekali lagi nak ? Ya pak silahkan apa yg mau ditanyakan pak tanya Arya kepada pak Agus, hmm begini nak Arya... nayla ini putri satu satunya bapak dan ibu, nayla juga baru masuk kuliah , apa nak Arya mengizinkan nayla untuk tetap kuliah nak? Jangan khawatir untuk masalah biaya kuliah nayla ketan bapak masih bisa membiayainya walaupun nayla mendapatkan beasiswa untuk saat ini. Untuk masalah kuliah saya ga kan melarang nayla untuk kuliah pak silahkan tetap melanjutkan kuliahnya sampai selesai, tapi saya hanya mohon untuk pernikahan ini dirahasiakna dulu sampai saya bisa memberitahu kedua orang tua saya lebih dahulu, bila saya sudah memberitahu kedua orang tua saya masalah ini., insyaallah saya akan mengajak kedua orang tua saya untuk bersilahturahmi ke rumah bapak dan ibu. Baiklah nak Arya bapak mengerti keadaan dan maksud nak Arya, bapak akan menghormati keputusan nak Arya saat ini, untuk kedepannya bapak hanya mohon tolong jaga anak bapak nayla, bila nak Arya sudah tak menginginkan anak bapak mohon kembalikan nayla ke rumah ini karena bapak akan selalu nerima nayla kapan pun itu nak. Karena hari sudah larut malam silahkan nak Arya bersih bersih dan istirahat dahulu. Baiklah saya mengerti saya akan mencoba menerima semua ini, kalau begitu saya pamit bersih bersih dan istirahat dahulu pak... silahkan nak Arya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN