“Tapi, di sana kami nggak punya tempat tinggal, Pak,”balas Jaja tidak yakin. “Tinggal di rumah kami saja. Nara pasti senang ada temannya di rumah,”kata Saka memberi keputusan.”Masalah biaya dan lain-lain jangan dipikirkan. Kamiakan menanggung semuanya.” Jaja dan Yana bertukar pandang, ini adalah kabar bahagia, seperti ada harapan anak mereka kembali. Tapi, mereka juga takur kalau ternyata kalau itu semua hanya angan belaka, takut jika hasilnya Nara bukanlah anak mereka. Tapi, mereka akan mencoba,dengan ragu-ragu mereka ikut bersama Saka dan Nara. Jaja dan Yana kembali ke Kota bersama Nara dan Saka. Mereka juga langsung melakukan tes. Sementara menunggu hasil, Jaja dan Yana tinggal di rumah Saka dan Nara. Keduanya memandang takjub rumah Saka yang besar dan mewah. “Nara, di mana kamar pem
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


