“Tapi, kami berdua memang membuang anak kami itu di sana,”kata Rojali. “Mungkin itu anak yang lain, bukan Nara,”kata Saka. Walau ia kecewa dengan hasilnya, ia tetap bersyukur karena terbebas dari keluarga yang hanya mau menumpang hidup mewah saja. Untunglah Rokayah dan Rojali bukan orangtua kandung Nara, apa lagi kakak-kakak Nara yang berani menggoda. “Bagaimana mungkin itu bukan anak kita, Rokayah? Jelas-jelas kita membuangnya!”kata Rojali emosi. “Mana kutahu, Pak!” Tangis Rokayah pecah, ia yakin sekali bahwa dulu ia membuang anaknya di sana. Apakah mungkin saat itu ada juga orang lain yang membuang anak di hari yang sama. Saka terdiam sambil memeluk Nara. Kemudian ia melihat ada pengawalnya yang mengintip dan memberikan isyarat. Saka mengangguk pelan. Kemudian ia berdiri. “Bapak Roj

